Monday, November 21, 2011

THE COVE






Do you love dolphins?if you do, so it’s a must see films for you. You may shock facing the truth about the dolphins massacre. A horror behind a beautiful view in Taiji, Japan.


               Adalah Ric O’Barry, seorang aktivis penyelamatan lumba-lumba yang ingin mempublikasikan mengenai aktivitas pembantaian lumba-lumba di Jepang, agar dunia mengetahuinya dan dapat bertindak untuk menghentikannya.
                 Ric O’Barry sebetulnya adalah mantan trainer lumba-lumba dalam serial film yang cukup terkenal di tahun 70-an, Flipper. Dan dia tidak pernah sekalipun terbersit dalam pikirannya untuk menjadi seorang aktivis. Namun itu semua berubah ketika lumba-lumba yang ia latih dan sangat dekat dengannya (lupa namanya siapa) mati dalam pelukannya, karena mengalami stress setelah dikirim ke pusat pelatihan lumba-lumba. Sejak itu ia bertekad agar jangan ada lagi lumba-lumba yang bernasib sama seperti itu lagi. Semenjak saat itu ia aktif dalam kegiatan menyelamatkan lumba-lumba yang ‘militan’. Melepaskan lumba-lumba yang ada di tempat pelatihan, Sea World , sampai memprotes penangkapan lumba-lumba di laut lepas untuk dijualbelikan. Karena aksinya itu pula, keluar masuk penjara adalah hal yang biasa untuknya (sampai dia sudah tidak ingat lagi sudah berapa kali dia masuk penjara).
                  Dan petualangannya dengan lumba-lumba membawanya ke Taiji, Jepang. Taiji adalah kota kecil yang menjadi tujuan wisata dan lumba-lumba menjadi ikon pariwisata di sana. Namun ironisnya, ternyata di balik itu semua, terdapat kegiatan pembantaian lumba-lumba secara besar-besaran di salah satu pantai mereka. Kurang lebih 23.000 ekor lumba-lumba ditangkap setiap bulannya untuk diekspor ke berbagai Negara untuk keperluan hiburan seperti Seaworld. Dan lumba-lumba yang “tidak beruntung” karena tidak ‘sesuai’ dengan criteria dunia hiburan, dibunuh dan dagingnya dijual di toko daging seluruh Jepang. Ric berkali-kali memprotes dan melakukan lobi ke pemerintah setempat namun tidak ada respon, bahkan ia sudah di blacklist oleh pemerintah setempat dan selalu dicurigai kalau sedang melakukan sesuatu.
                   Singkat cerita ia bertemu dengan temannya yang pembuat film documenter dan temannya itu tertarik membuat film mengenai sepak terjangnya sekaligus ingin mem- blow up masalah ini, agar dunia mengetahuinya. Bagian serunya adalah ketika mereka harus memikirkan cara mendokumentasikan kegiatan ‘berdarah’ tersebut, secara diam-diam karena jangankan untuk mengambil gambar, mendekati area pantai tersebut saja sudah terlarang untuk orang-orang. Akhirnya mereka mempunyai ide untuk menaruh kamera di bawah laut dan membuat replica batu karang untuk kamuflase kamera yang akan mereka taruh. Ric dan temannya itu lalu membentuk tim khusus yang terdiri dari orang2 dari berbagai macam latar belakang untuk membantunya. Ada yang juara dunia menyelam, pembuat property special effects untuk film-film Hollywood, sampai pembuat property kamuflase untuk keperluan intel.
                     Akhir cerita mereka berhasil mendapatkan gambar-gambar yang mampu menggambarkan ‘kengerian’ di tempat pembantaian tersebut. Dan Ric menggunakan video-video itu untuk berdemo di depan para peserta kongres International Whaling Commmision, dan juga untuk ditunjukkan pada masyarakat yang ada di kota besar seperti Tokyo dan Kyoto.
                  Oh iya..ada satu hal lagi yang menarik pada film ini, yaitu cara Ric ‘menyadarkan’ para konsumen daging lumba-lumba di Jepang. Dia memaparkan fakta mengejutkan bahwa, ternyata daging lumba-lumba sangat berbahaya untuk dikonsumsi karena mengandung mercury yang sangat tinggi. Lumba-lumba dan makluk laut lainnya yang ada di sekitar perairan Jepang terkontaminasi Mercury akibat limbah dari pabrik-pabrik yang ada di sekitar situ. Dan lumba-lumba mengandung mercury yang lebih tinggi dari makhlut laut yang lain, karena urutannya yang sedikit tinggi dalam rantai makanan, maka mercury yang ada dalam tubuhnya adalah akumulasi dari ikan-ikan yang ia makan. Sayang sekali saya tidak bisa utuh menonton film ini, karena VCD yang saya pinjam dari rental adalah VCD bajakan, jadi sedikit putus-putus di bagian tengah dan akhir.. -_-

and here is the trailer..


                      Saya minta maaf kepada penggemar- penggemar J-rock, anime, harajuku, atau jepang-jepangan yang lain, karena mungkin setelah menonton ini pandangan kalian akan sedikit berubah mengenai Jepang.. :p

Selamat Menonton!! 
 

Blog Template by BloggerCandy.com